Hari ini aku sedih sekali.
Aku sedih bukan karena kasihan pada diri sendiri.
Karena aku tidak pernah mengasihani diri sendiri.
Ini entah yang keberapa kalinya aku datang ke pernikahan teman tanpa ditemani pasangan.
Dalam hal ini, yang dimaksud pasangan adalah pacar, teman dekat atau calon suami.
Yang tentu saja harus berjenis kelamin laki-laki.
Rasanya aku biasa saja, bersiap-siap dan berangkat sendiri.
Menulis namaku sendiri di buku tamu.
Memasukkan amplop berisi uang hasil kerjaku, bertulisan namaku dan ucapan selamat berbahagia.
Kadang ingin kutambahkan.
Perjalananmu masih panjang teman, ini hanyalah awal.
Kau sangat berani menempuh jalan ini.
Aku sangat kagum padamu, kawan.
Tapi biasanya tidak pernah kutuliskan.
Mereka sedang berbahagia, apa jadinya jika membaca tulisan seperti itu di kartu ucapan selamat?
Aku biasa saja, menuju pelaminan mereka, mengucapkan selamat kepada kedua pasangan orang tua dan kedua mempelai.
Yang begitu kuat hati menasbihkan kehidupan sehidup semati.
Lalu seorang teman dengan pasangannya datang.
Bertanya, "Arum, sendirian?"
Aku jawab ya dengan tersenyum.
Tidak ada prasangka apa-apa.
Lalu dengan geli aku menambahkan sebuah kalimat.
"Arum baru sadar, jadi perempuan terakhir yang belum nikah di antara kita ya?"
Dengan tersenyum temanku menjawab, "Terakhir? Satu-satunya kali. Dan mungkin aku baru terima undangan Arum dalam waktu yang sangat lama. Kasihan ya?"
Aku terdiam.
Mungkin si teman hanya mengeluarkan gurauan.
Duh teman, bisa jadi buatmu itu hanya gurauan.
Tapi itu melukai hati temanmu hingga sangat dalam.
Aku bukan sedih lalu menangis karena belum berpasangan sekarang ini.
Aku lebih sakit dan terluka karena kalian memandangku sebagai mahkluk yang patut kau kasihani.
Aku punya pekerjaan yang kucintai setengah mati.
Aku melakukan hal-hal yang membuat hatiku senang dan tenang.
Mungkin aku sekarang ini tidak punya seseorang sepertimu.
Mungkin kau mengasihani aku karena menganggap aku tidak punya seseorang untuk berbagi.
Tapi kawan, tidak semua orang punya jalan hidup yang sama.
Aku tidak akan pernah mencela pilihan jalan hidupmu.
Jadi jangan kau cederai perasaanku dengan mencela jalan yang kupilih.
Aku tidak merasa salah.
Jadi, jangan kau salahkan aku.
Kau bilang aku tidak cantik, itu bukan alasan aku tidak segera punya pasangan kan?
Katamu aku terlalu judes, itu juga bukan alasan aku tidak segera punya pasangan kan?
Tapi teman, terima kasih.
Kau mengingatkan aku bahwa aku masih sendiri.
Dan aku bahagia karena sendiriku tidak menyedihkan.
Aku punya diriku yang bisa menjaga diri supaya tetap waras.
Aku bisa selalu bahagia dan membahagiakan diri sendiri.
Semoga, Tuhan tidak mendengar doamu yang ingin agar waktu yang kutunggu lama untuk menemukan jodohku.
April 03, 2010
Teman, hari ini kau membuatku sedih sekali.
March 23, 2010
We are no Angel, nor a Devil
Have you ever felt, once in your entire lifetime, being pushed by someone. Able to do things that you never thought you will do?
---
Pernah terpikirkah kita sanggup melakukan sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya?
Karena seseorang, kita mampu berbuat yang tidak biasanya?
I’m not talking about good deeds here.
I’m talking about the bad one.
Bukan. Bukan sesuatu yang baik, tapi sesuatu yang kita pribadi golongkan sebagai sesuatu yang jahat dan tercela.
Yang sepanjang perjalanan hidup, kita tumbuh dengan percaya bahwa kita tidak akan memiliki daya untuk melakukan hal semacam itu
Pernahkah?
Aku rasanya pernah.
Aku rasanya tidak pernah sedemikian dalam merasa kecewa pada seseorang hingga ingin mengirimnya jauh-jauh ke dasar kerak neraka karena perbuatannya yang menyakiti orang yang sangat kucintai.
Tapi, itu terjadi juga padaku.
Ternyata aku sanggup memikirkannya.
Aku sanggup merasa benci pada seseorang.
Kecewa sedemikian dalam, hingga menyebut namanya dalam hati saja rasanya jijik.
Memikirkan perbuatannya saat menuliskan perasaan ini membuat dadaku sakit dan ingin menangis satu kali lagi.
Tapi membuang energi untuk menangisi akibat perbuatannya tidak akan mengembalikan sebuah hubungan pertemanan.
Aku rasanya pernah.
Berharap tidak pernah mengenal seseorang.
Tidak pernah mendenar suaranya.
Tidak pernah menatap wajahnya.
Tidak pernah tahu betapa ia akan mudah tertawa dengan komentarku yang menurutnya bodoh.
Betapa aku sekarang sering berandai-andai tidak pernah tahu tentang keberadaannya di muka bumi.
Tapi aku tahu itu tidak mungkin.
Menghabiskan banyak waktu untuk berharap sesuatu yang tidak baik terjadi pada seseorang, pernahkah?
Melenyapkan seseorang ke perut bumi dalam-dalam.
Setelah tahu bahwa ada manusia yang terlahir dari rahim seorang ibu, bisa menyakiti hati anak manusia yang lain sampai hancur berkeping-keping, hingga merasa tidak akan pernah bisa menyatukannya lagi.
Dengan sebuah kata misalnya.
Sebuah kalimat.
Sepotong SMS.
Sebaris kebohongan.
Rasanya kita dipaksa keluar dari zona putih tempat kita selalu berdiri dengan nyaman.
Kepala seperti mau meledak karena marah yang tidak tertahan.
Dada seperti disayat-sayat hingga menangis tidak mau berhenti, ditemani air kran kamar mandi yang tidak berhenti dikucurkan.
Ada kan manusia yang mampu membuat kita merasa seperti itu?
Dan herannya, biasanya manusia seperti itu berdiripun tidak jauh dari kita.
Begitu dekat malah, hingga bayangan kita bisa saling bersentuhan.
Biasanya mereka-mereka inilah yang mampu dengan mudahnya menggoyahkan pijakan kaki kita keluar menuju zona hitam yang tidak pernah kita kenal sebelumnya.
Dan sebelum kita sadar, kita telah mengasimilasi diri menjadi seperti mereka. Karena rasa sakit hati, benci dan dendam yang tidak mampu kita tanggung sendiri.
Lalu kita berbuat dan melangkah, mengambil keputusan yang kita coba percaya mampu melukai orang itu seperti ia menikam kita dari balik punggung. Tidak terlihat, sehingga rasanya jauh lebih perih.
We are no angel.
Nor a devil.
Kita bukan malaikat.
Tapi kita bukan iblis.
Itu sebabnya kita disebut manusia.
Karena kita bisa terluka, dikhianati, kecewa, merasa benci, lalu sedih menangis, kemudian memaafkan, tersenyum dan kembali tertawa.
Kita manusia, bukan malaikat.
Tidak sempurna, tidak bisa tidak berperasaan.
Kita manusia, bukan iblis.
Tidak tanpa nurani, dan mampu mengampuni.
Kita manusia.
March 21, 2010
Bayi Dalam Jamban
Hari ini hari sabtu, tanggal 20 Maret 2010 (sudah tanggal 20an artinya delapan hari lagi waktunya tagih slip gaji … hehehe).
Tapi kali ini bukan waktunya curhat soal gimana ribetnya ngurus money account balancing yang tiap bulan selalu bikin pusing.
Itu urusan dalam negeri yang gak perlu dipublikasi ke khalayak ramai, kan?
Hehehe…
Baru saja, belum satu menit yang lalu, sambil menunggu waktu pulang dari piket PSB sabtu ini, di salah satu acara berita siang di sebuah stasiun televisi swasta, ada berita ygn bikin bulu kudk merinding disko dan perut jadi mual.
Eits, bukan,,,bukan lagi-lagi berita soal pemberantasan terorisme di serambi mekah, Aceh, atau heboh pengusutan kasus Bank Century yang semakin berputar-putar tidak jelas, bukan juga soal pak Susno Duaji yang dituduh mencoreng wajah POLRI dengan pernyataan-pernyataannya di media massa tentang markus yang menggerogoti tubuh kepolisian.
Bukan. Bukan berita sebesar itu, tidak seheboh itu kok.
Bahkan slot waktu penyampaian beritanya tidak lebih dari 30 detik saja.
Tapi 30 detik itu malah membuat berita itu sangat membekas di benak.
Di salah satu desa yang sepi, di ujung keramaian dan dinginnya kota Malang di Jawa Timur, seorang ibu tega membuang anaka kandungnya sendiri yang baru saja dilahirkan.
Nanti dulu kalau bilang bahwa sudah bisa dengar, baca dan nonton berita tentang orang tua yang membuang atau meninggalkan anaknya di depan pintu rumah panti asuhan, di pelataran masjid atau di pinggiran jalan raya dengan berselimut kain di dalam kardus.
Rasanya kalau dibandingkan dengan si Ibu dari Malang ini, list di atas bukan apa-apanya.
Gimana nggak?
Si Ibu dari malang yang identitasnya masih dalam penyelidikan kepolisian setempat itu tega membuang anaknya yang baru saja dilahirkan di dalam jamban.
Buat yang nggak tahu apa itu jamban,,,nih ya...Jamban itu kloset alias bolongan toilet.
Yah sekedar informasi tambahan, jangan dibayangkan juga jamban yang dimaksud adalah kloset toilet yang umum kita temui dalam kegiatan “ke belakang” kita sehari-hari. Bukan KIA atau Toto atau American Standard.
Ini tuh jamban di sebuah pelosok desa sepi di pinggiran kota Malang. Ini tuh jamban di sebuah “kamar mandi” (kalau bisa dibilang kamar mandi ya...) yang disetting untuk penggunaan massal dan tempatnya ada di luar bangunan tempat tinggal dan berjarak beberapa ratus meter dari keramaian.
Kamar Mandi dengan diapit dua tanda kutip itu tidak beratap dan dindingnya hanya terbuat dari jalinan bambu (kalau pinjam bahasa Jawa, ada namanya tuh, Gedek...). Itupun jalinan bambunya tidak rapat, sedikit berlubang-lubang gitu,,,bisa dibayangkan seperti apa?
Jauh dari bersih, malah nampak kumuh, kala kita sudah terbiasa menggunakan tempat buang hajat yang rapi dan nyaman.
Bisa dibayangkan betapa tidak manusiawinya si Ibu ini, anak yang baru saja dikeluarkan dari rahimnya langsung ditinggalkan beitu saja.
Kalau dilihat modus operandinya, kemungkinana besar si ibu tersebut malah menggunakan jamban desa tersebut sebagai tempatnya melahirkan si bayi laki-laki tersebut.
Tidak diketahui dengan jelas, kapan tepatnya bayi laki-laki tersebut dilahirkan. Karena letak jamban yang agak jauh dari rumah-rumah warga, tidak ada seorang wargapun yang mendengar atau mencurigai adanya perbuatan dosa yang sedang dilakukan tdak jauh dari tempat tinggal mereka.
Ajaib sekali, bayi laki-laki yang sehat, gemuk dan panjangnya 40 cm itu ketika ditemukan dalam keadaan yang masih hidup tapi mengenaskan, karena badannya sudah membiru dan bibirnya mengeluarkan cairan terus menerus.
Ketika secara swadaya warga membawanya ke puskesmas, ia akhirnya harus diletakkan dalam tabung semacam inkubator agar badannya hangat.
Karena besar kemungkinan ia sepanjang malam ditinggalkan dalam kondisi seperti itu.
Hah,,,ibunya mikir apa ya?
Kedinginan,,,tubuhnya tidak diselimuti kain apapun.
Mungkin ibunya terlalu panik, sampai tidak bisa berpikir sehat.
Tapi bener-bener deh, tega tingkat tinggi.
Meski belum jadi ibu (belum kepikir :6), tapi rasanya sangat tidak masuk akal memperlakukan seseoang yang masih ada hubungan darah dengan perilaku seperti itu.
Luar biasa sadis.
Jangan sampai, ketika berani berbuat suatu tindakan, akibatnya tidak mau ditanggung.
March 18, 2010
Jika Aku Menjadi : Luna Maya
Beberapa waktu yang lalu kasus tweet Luna Maya sempat menghebohkan jagad perbintangtelevisian di Indonesia, karena dianggap menghina dan melecehkan salah satu profesi tertentu, masih ingat?
Ketika itu yang ada di benaku adalah betapa manja dan tidak terhormatnya perilaku Luna Maya, karena berani terang-terangan menghujat dan berkata ksar di ruang publik. Kalau boleh pinjam istilah PPKN, sikap Luna Maya itu masuk ke dalam kategori perbuatan tercela.
Memang account Twitter yang dimiliki oleh Luna Maya adalah ruang pribadinya dan hak Luna Maya pula untuk menggunakan dan memanfaatkannya sesuka hati,
Tapi sayang sekali, tweet yang dipublikasi Luna Maya mampu dibaca oleh para followernya dan seta merta bikin heboh infotainment dalam rentang waktu yang tidak lama setelah tweet tersebut dipublikasikan.
Pendapat orang tentu saja ada di tiga ranah yang berbeda, Pro, Kontra dan ada di tengah-tengah. Yang Pro berusaha meyakinkan publik dan massa bahwa sikap Luna adalah hal yang wajar dan harus bias dimengerti. Tekanan yang begitu besar terhadap segala sisi kehidupan Luna Maya harus mampu dimengerti bahwa sanggup menimbulkan kenekatan Luna Maya untuk memasang tweet yang seperti itu isinya.
Publik yang menentang sikap Luna Maya, sebagian besar bersikap ekstrim dan berbalik merendahkan posisi Luna Maya. Dengan alasan bahwa tokoh masyarakat memiliki resiko diperlakukan berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Segala tindak tanduk yang dilakukan akan diamati dan diberi penilaian. Dan untuk kasus ini, boleh dibilang, Luna Maya harus tinggal kelas dan meremedial semua pelajaran yang pernah diberikan.
Buat beberapa orang yang mencoba bersikap bijak dengan mengatakan bahwa memang Luna tidak pantas bersikap seperti itu, akan tetapi karena tekanan yang bertubi-tubi, Luna Maya tidak sepatutnya dipersalahkan 100 % akan apa yang sudah terjadi.
Mana yang paling benar?
Hah, semua orang punya pendapat yang berbeda-beda.
Zaman sekarang, sulit untuk menemukan seseorang yang akan benar-benar sepaham dan memahami kita. Tidak bias dibayangkan bagaimana dengan Luna Maya.
Tapi karena satu kejadian yang baru-baru ini aku alami, aku harus berbalik arah dan mengubah opiniku tentang kasus Luna Maya tersebut. Aku harus menyampaikan bahwa pantas saja Luna Maya berbuat sedemikian rupa.
Bagaimana tidak jika ada orang atau sekelompok orang yang dengan tanpa berdosanya membicarakan mengenai diri kita di ruang umum, tanpa kita ketahui dan menimbulkan ketidaknyamanan menghinggapi alam sadar kita?
Benar-benar gangguan tingkat tinggi. SEBEL TO THE MAX!
Wajar jika sumpah serapah keluar sebagai bentuk uneg-uneg kekesalan terhadap apa yang dialami. Setiap detik, setiap waktu setiap saat, yang ingin dilakukan adalah marah dan menumpahkan emosi.
Sayangnya, seperti gerak kehidupan yang dibatasi oleh ruang dan waktu, manusia dibaasi oleh lingkungan dan pasal-pasal normatif kehidupan ikut serta di dalamnya. Untuk kemudian mengabaikan semua itu, bukanlah sesuatu yang mudah seperti membuat jus melon.
Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika ingin menumpahkan emosi dan kekesalan yang sudah memuncak di ujung gigi. Apa akibatnya di kemudian hari, bagaimana pandangan orang terhadap image kita yang selama ini sudah dibangun dengan susah payah?
Aku pribadi percaya satu hal, bahwa membalas orang yang merendahkan kita dengan cara yang sama, hanya akan membuat kita berada di level yang setara dengan mereka. Lebih buruk lagi, bisa jadi level kita drop ke dasar kerak kemanusiaan, hilang karena menghabisi emosi negatif dengan menyerang orang yang tidak kita sukai.
Kehabisan energi dan kehilangan harga diri.
Itu hal terakhir yang ingin kualami terjadi pada diriku.
Seandainyapun aku menjadi manusia terakhir yang tinggal di bumi, maka dua hal tersebutlah yang tetap akan kupertahankan.
Lagi-lagi manusia hanya dihadapkan pada pilihan, iya atau tidak, silakan atau jangan, boleh atau dlarang, bisa atau terhalang, kesal atau bahagia.
Jadi, sekarang silakan memilih, puaskah anda dengan mancerca dan mencaci makiny, kemudian sanggup dan siap menanggung segala resiko? Well, silakan. It’s your life anyway. I have no right whatsoever to hold your grudge.
March 17, 2010
Luka
Berangkat ke sekolah berubah dari merasakan kebahagiaan menjadi sebuah kerelaan dan akhir-akhir ini menjadi sebuah keterpaksaan.
Bukan sesuatu yang besar, setiap saat hal seperti itu akan terjadi di manapun kita menginjakkan kaki.
Setiap waktu, kita akan mengalami akibat dari perasaan meninggalkan dan ditinggalkan.
Setiap kali kita terluka karena tertusuk duri atau teriris pisau yang baru saja digunakan untuk mengiris bawang misalnya, ketika ujung tajamnya mulai menyayat kulit, mungkin kita belum begitu menyadari bahwa bagian dari tubuh kita telah terluka.
Biasanya, kita baru benar-benar tersadar bahwa ada luka menganga di ujung jari kita setelah beberapa saat. Dan perasaan tersadar itulah yang sesungguhnya lebih tidak disukai daripada luka itu sendiri.
Biasanya juga, disaat itulah kita mulai mengaduh, atau bahkan beberapa mulai menjerit kesakitan, lalu menangis.
Terkadang, bukan karena rasa sakit yang harus ditanggung. Keterkejutan karena sesuatu telah melukai anggota tubuh, dan melihat luka yang memerah karena darah.
Ketika antiseptik mulai dibubuhkan, apakah rasa sakit akan luka itu kemudian menghilang?
Oh, bukankah biasanya jeritan akan semakin keras?
Ketika setetes demi setetes cairan penghalang kuman memasuki sela-sela kulit yang terbuka, di saat itulah perasaan sakit semakin menjadi-jadi.
Ada kalanya sampai terasa hingga ujung kaki dan ujung kepala.
Menahan nafas dan berusaha tidak menangis adalah yang dilakukan jika kita beranjak dewasa.
Ketika pada akhirnya obat antiseptik itu mulai bekerja, perasaan sakit akan semakin menjauh dan perlahan menghilang, hingga akhirnya bersamaan dengan berjalannya waktu, semuanya tampak kembali seperti semula.
Bahkan dengan mudah kita bisa segera melupakan bahwa kita pernah terluka.
Tapi ada beberapa dari kita, manusia yang kemampuan regenerasi selnya tidak sebaik yang lain. Sehingga bekas luka dari tusukan duri atau sayatan pisau itu akan tetap disana, meninggalkan seberkas garis tipis yang jika dilihat akan kembali mengingatkan kita pada beberapa waktu yang lalu.
Beberapa dari kita, termasuk aku, akan dengan mudah mengasimilasi dan mengembalikan kembali perasaan sakit yang pernah dirasakan dulu sekali.
Dan jika dirasakan lagi, ingatan yang kembali itu akan berasa lebih sakit.
Seluruh bagian tubuh akan menolak untuk mengalami kembali perasaan semacam itu.
Akal sehat akan memerintahkan alam bawah sadar untuk menjauhkan diri dari segala hal yang dekat dengan si penyebab luka.
Tapi sebagian besar hal dalam hidup bisa melukai, bahkan selembar kertas putih tipis yang tergeletak lama tidak berdaya di ujung meja.
Apa yang bisa melukai dan menyakitimu, kau tidak akan pernah bisa menduganya.
Tapi rasanya akan sama saja.
Luka itu sakit.
Dan bekasnya yang tidak bisa hilang akan terus mengembalikan perasaan itu kepadamu setelah bertahun-tahun lamanya kau mencoba lupa.
Sel tubuh manusia mempunyai antibodi untuk setiap virus yang memasuki tubuh.
Jiwa manusia mempunyai kekuatan untuk menata kembali perasaan yang hancur berkeping-keping.
Kita hanya harus bertanya, apa yang kita inginkan untuk diri sendiri di masa yang akan datang.
Terus mengingat perasaan terluka, atau menyadari bahwa kita sebenarnya telah pulih.
Tidak seperti sedia kala, karena memang ada yang telah berubah.
Ada kalanya, kita menjadi lebih kuat dan berani.
Kita yang harus memilih
March 16, 2010
Unpredictable
A lot of things happened these days.
Sweet, Bitter, Annoying.
Yet, I try to taking those news positively.
For example, yesterday, when i entered the class, suddenly I felt devastated.
Well, that's just weird.
Because, I just realized how was my teachers feeling years back then, when I was in Junior High School.
I remember some of my teachers hold heir tears.
Maybe at that moment they felt sad to saw us, their students, finally passed the tests, and have to leave the school to reach our future.
I put my feet on their shoes right now.
It feels really weird.
I have to hold on to myself.
And then, I said to myself that being an adult is such a thing, while getting older physically is just one thing.
It is really difficult to be separated with a person that you love.
I learned that once. And I really learned A LOT.
From my first experience, I notice that losing someone in your life is just the part of life itself.
It's nothing.
Live must go on.
Each and every of us, devoted for our own path.
There's nothing we can complain about.
When I realize that people are making a move and take a step further, I take my self making the same step, it's just in a different way.
I don't want to be so judgmental about which path is better than others.
If they have a good will in reaching into something, than it is a good path.
And time is always come and by.
There's a time when we being a part in someone's life, and there's a time when we're apart.
But it's not a bitter thing.
It is a sweet thing actually.
Try to look at it from different angles.
Our beloved person is taking another step further for their good.
They want to feel better about their self.
And I believe that it is what life is all about.
Feel better about our own self.
And nobody have rights to hold that feeling.
As long as it doesn't hurt other people feelings.
It is believable.
I'm gonna be just okay.
I don't have to release anything.
Because, it's not you leaving me.
It's us making our way.
Be good in the future.
I can't ask for more.
March 12, 2010
After A Very Long Pause
After a very long pause...
After I hold my own self to write something.
I finally have another courage to push myself to write something(which I don't really know, where does it come from).
I really have to write things down more and more.
Because lately I tend to be more and more offensive to others.
This tongue just getting more and more sharp.
Not only my tongue, my word in the virtual world also tend to be more bitter rather than just a word about something.
I find my update status, my tweet and my prol ... offend a person or maybe a lot of persons.
And when I look back, the word did not came out just like changing clothes.
I always did it in purpose.
I think really deep about any words that came from my fingers.
And that is terrible, because it affected my daily words.
I became a very offensive person.
Well, I think it is good for me to be an outspoken person. To be someone that always speak their mind. The only problem is if that I came the word out with rude word plua a lil' attitude.
I really do have that ability to make people uncomfortable by my existence.
I have that sharp look with the eye and cocky face.
God, I can't helped it.
I do try to smile always, like all the time.
It's just can't happen so easily.
And these days, I thought that maybe, one of the reason that I become more and more offensive with my word is because I stop my personal therapy so suddenly.
I stop writing, because I think I'm getting better and better, maintaining my emotions.
In some way of my life, I have to say yes.
Considering that I have to work in a very crowded environment.
I have to met a lot of character and kind of person.
At first, I kinda confuse.
Is it just me, or everybody ever feel the same way?
Is living with a lot of kind of people is always like this?
I love what I do.
I really really do.
It is just because, I can't stand to put an electric bomb in my head and turn the detonator on.
Really, everything around is really confusing.
I'm confused, and that lead me to become inconvenience with the environment, and later, I feel uncomfortable with my won self.
God, wonder why the feeling of living this life with another people would feel like this.
I feel like I can't control my emotions during the day.
And what I do is escape to the bathroom.
It is funny.
Bathroom is always being a very supportive spot in my life.
Not to mention when I have to deal with 'everyday tears' few years back.
I always go to the bathroom every time I feel devastated and sick.
Indeed, bathroom is a chamber full of psychotherapy.
The lack from everything around is that I cannot always write down my emotions every single time I get emotional.
It's like no time for myself.
Always have to taking care of others problem.
I think I'm just tired.
It's time for me to start really think about my feelings.
And writing it down
November 01, 2009
Mengapa aku harus bertahan?
Quality Time hari sabtu kemarin, memang tidak kuhadiri sampai selesai.
Tapi dari semua Quality Time yang pernah kuhadiri, kemarin adalah yang paling berkesan, tidak tahu ya apakah itu yang terbaik atau bukan.
April 22, 2009
Lose Myself
Cape banget...
Lose control.Lose energy.Lose focus.
Lose my everything???
Nope...
I'm just losing a part of me...
It's just where did it go?
Where can I find it again?
Is it replaceable?
How long can I hold on like this?
Am I that strong?
I don't think so...
It's not like how it appears...
Hate that it's not kind of thing that I can wish to be here at this moment...
be Patient...
be Patient..
be Patient.
It sucked me in to a deep hole
I can't even freed myself from it
It closed...
I burned deep inside it...
I'm tired...
Just need you to come back right next to me...
April 20, 2009
Sunny...
My Sun...
Ini bukan judul lagunya Agnes Monica...
Mmmmm...emang sih, mirip dan sedikit terinspirasi dari lagu itu
Ada beberapa bagian dari lagu itu yang bener buat gue...
Orang yang kita cintai itu bisa dianalogikan sebagai 'Centre of our Universe'
Bintang dan Matahari kita,,,
Tapi kalau terlalu cinta, dan jaraknya terlalu dekat, ya panasnya bisa membakar dan menyakitkan...
Dan kita gak bisa punya dua matahari...
Panasnya dobel kan?
Sakit banget pastinya...
Kalau gak kuat menahan panasnya matahari...
Apa sebaiknya kita mencari bulan saja?
Tapi bulan kan dapat sinar dari matahari...
Atau belajar menerima kalau memang harus hidup dalam umbra,,,
Ga ada sinar matahari apalagi sinar bulan...
Cuma ada satu lentera kecil yang ada di ujung ruangan...
Suatu saat lenteranya bisa meredup, tapi kalau kita usaha,,,
Kita bisa lagi menyelakan sinar lentera itu...
Jadi kuasa pencahayaan hati ada di kita sendiri...
Tapi itu kalau kita memang cukup kuat kan, untuk memastikan bahwa lenteranya akan terus menerus menyala?
Kalau nggak?
Kalau memang semua kembali kepada diri kita,,,
Kapan gue bisa memulai untuk menjadi diri sendiri?
Kaya gimana sih diri gue sendiri itu?
Yang mana dari semua yang ada di gue yang memang diri gue sendiri?
Apa gue cukup kuat untuk hidup tanpa Matahari?
Normalnya manusia kan nggak ya?
Tapi Matahari gue udah berpindah tata surya...
Dia lebih memilih untuk menyinari semesta lain...
Bulan atau Matahari?
Sampai disinikah?
April 19, 2009
Confessions of A Shopaholic
Confessions of A Shopaholic...
From the title...very clear and obvious that the movie tells us about a shopaholic...
If you haven't read the book, it's ok...
This movie tells a story about Rebecca Bloomwood...an ecstatic young girl, that build a deep relationship with brand and shop...
She can never keep her ambition from Prada, Gucci or Manolo sale...
This New Yorker girl ended up in a situation where she lost her job while debt collector is tracing her track...
She find her self, one night, wrote a letter to two magazines. one to the Alette, the fashion magazine where she always felt that she belongs there, and to an economic magazine "Savings Succesfull"...
-----
Khas hollywood, komedi romantis yang dibungkus sama dunia cewe...
Personally gue lebih tertarik sama caption 'shopaholic'nya...
Gimana Bex bisa segitu 'gila'nya sama belanja...
Hah...
ga mau banget kalo sampe itu kejadian di gue...
Secara itu adalah naluri alami yang nggak bisa dikendalikan...
Bahkan oleh kondisi keuangan kita...
Satu nilai moral yang gue pelajari dari film ini...
NO CREDIT CARDS in life...
That's a law!!!
April 18, 2009
Terlanjur...
Sempurna sudah, hari ini...
Sudah kusempurnakan semuanya...
Akhirnya aku mengerti juga dan aku akan berhenti memaksakan diriku
Aku akan berhenti melakukan semua yang seharusnya tidak kulakukan
Aku akan berhenti melakukan semua yang tidak bisa kulakukan
Setiap memulai, aku tidak bisa menyelesaikan hingga akhir
Sampai sekarang rasanya masih seperti itu...
-----
Terima kasih buat sinetron Indonesia yang wara-wiri di stasiun tivi lokal
Kadang-kadang aku merasa cerita yang diangkat sering tidak masuk akal dan terlalu berlebihan
Tapi kayanya setelah dengan sedikit serius menonton sinetron di RCTI jam delapan malam ini, aku baru tahu, kadangkala kejadian itu bisa juga terjadi di diri kita
Sering ada kan captiondi awal atau akhir cerita yang bilang kalau cerita, tokoh dan adegan dalam sinetron ini hanya fiksi belaka, jika ada kemiripan, maka itu hanyalah kebetulan dan bukan kesengajaan...
Nggak tahu juga mereka jujur atau nggak, toh bohong juga, bagaimana membuktikan kalau itu diambil dari sebuah kisah seseorang, ya kan?
Nah, biasanya kalau lagi nonton sinetron, aku suka mengeluarkan komentar negatif (secara juga akting dan adegannya suka nggak realistis...)
Tapi aku perhatiin dari sebuah adegan di sinetron yang aku tonton baru aja tadi, ngeliat seorang cowo yang segitu cinta matinya sama istrinya sampe gila dan stress, terus mentalnya jadi terganggu,,,
Terus ada juga cewe yang dengan naifnya malah dengan totalnya cinta sama itu cowo...
Aduh, normalnya aku bakal berkomentar...
"Idih...nggak banget ya mereka-mereka itu...segitunya...!!!"
Tapi kali ini aku nggak tega ngomong begitu,,,bukan karena pemainnya berwajah tampan dan cantik (nggak segitu tampannya kok Baim Wong...)
Tapi lebih karena kalau aku berkomentar, berarti aku berkomentar tentang diri aku sendiri...
Karena selama ini aku udah kehilangan segenap akal sehat, jiwa yang bersih dan hati yang suci untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, karena merasa kosong...
Sebegitu tidak masuk akalnya aku terhadap perasaanku sendiri...
Sebegitu naifnya aku terhadap hidupku,,,
Sebegitu rendahnya aku memandang diriku sendiri...
Dan aku tidak punya kekuatan yang cukup untuk kembali pada kondisi yang sehat...
Kenapa aku sebegitu lemahnya?
Kenapa aku harus menanggapi semua hal terlalu rumit?
Kenapa aku harus bisa mencintai seseorang sebegitu besar?
Aku selalu merasa sulit melepaskan diri, yang ternyata ikatan itu dari diriku sendiri...
Aku terlalu pintar membangun teori yang tidak bisa kupraktekkan sendiri, semuanya kutelah mentah-mentah,,,
Kayanya aku nggak butuh waktu untuk sembuh dan kembali sehat...
Aku hanya butuh menemukan kembali diriku sendiri,,,
April 16, 2009
Personality Tests
Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.
(Iya...mirip...)
The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.
(iya...tapi lingkungan saya menolak saya bersikap yang mereka anggap asal-asalan seperti itu)
Your readiness to commit to a relationship:
You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.
(membuatku susah...selalu menjajaki terlalu dalam...)
The seriousness of your love:
Your have very sensible tactics when approaching the opposite sex. In many ways people find your straightforwardness attractive, so you will find yourself with plenty of dates.
(Sensible Tactics??? Lead to Plenty of Dates??? Dates kurma iya...)
Your views on education :
Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.
(Jiah...gue banget gitu)
The right job for you:
You're a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you'll be set for life.
(Ahem...guru pas ya?)
How do you view success:
Success in your career is not the most important thing in life. You are content with what you have and think that being with someone you love is more than spending all of your precious time just working.
(Iya...tapi someonenya tidak begitu...buhubuhu)
What are you most afraid of:
You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.
(Ini gue banget...kalo ada step by step yang missed pasti jadi stress)
Who is your true self:
You like privacy very much because you enjoy spending time with your own thoughts. You like to disappear when you cannot find solutions to your own problems, but you would feel better if you learned to share your thoughts with a person you trust.
(Percaya...Me and My very own me...)
April 14, 2009
Masker Madu
Ternyata bukan cuma bisa dicampur di minuman atau makanan...
Mengikuti saran salah seorang teman yang namanya ingin dirahasiakan (kaya kasus kriminal aja ya BD...eh kesebut...)
Akhirnya setelah diawali dengan keragu-raguan disemutin...
Gue coba juga mengaplikasikan (aiah) madu ke wajah...
Alias dipake buat masker...
Dan hasilnya...
Ajaib tapi nyata...
Terima Kasih BD...atas sarannya mengurangi keringnya kulit muka, melembabkan tanpa pelembab kimiawi tapi nggak bikin berminyak...
Karena setelah dipakai hasilnya memang seperti itu...
Kurang lebih 30 menit setelah dioleskan, cuci muka dan,,,pluk pluk...
Mukanya jadi empuk...dan nggak licin...
Heheh...
Nggak mahal juga kok, karena madu yang dipakai nggak banyak, paling cuma setengah sendok makan aja sekali maskeran...
Worth to try buat yang lain...
Terutama Lia yang mau persiapan buat bulan Juni,,,
XeXe
Push
Casts : Chris Evans, Dakota Fanning, Camilla Belle, Djimon Honsou...
Opening prologue : Berlin, 1945
Whadda???
What's the correlation between World War 2 anyway???
Injecting Mutant Power in human body?
Oh come on HOLLYWOOD...
you should do it better,,,
the opening already made me sick...
threw away my interests
and I can't even focused on the movie...
Film ini menceritakan tentang generasi kedua dari sisa-sisa manusia yang pernah diinjeksi kekuatan psikis tertentu ketika zaman NAZI di Jerman...
Film ini menyatakan bahwa di zaman NAZI itu, pemerintah jerman bertekad membuat pasukan perang khusus yang mempunyai kekuatan supernatural (???)
Pertanyaan pertama...kenapa 'virus mutan' itu bisa sampai ke warga negara Amerika?
Selain nggak berdasar sekali alasan manusia-manusia mutan itu exist.
Soalnya belum pernah tuh denger-denger ada kasus seperti itu,,,
Fiksinya terlalu mengada-ada...
Ada beberapa kekuatan yang diinjeksikan, misalnya yang bisa melihat masa depan "watcher"...bisa menggerakkan benda macam telekinesis gitu "movers"...bisa mempengaruhi pikiran orang "pusher" (ini yang dipilih jadi judul karena kayanya yang buat film ini percaya kekuatan inilah yang paling dahsyat)...terus yang konyolnya ada sniffers sama shadows...fungsinya "nyium bau" sama "menutupi kekuatan"
HEEE??? sungguh pilihan istilah yang nggak keren...sniffers???kaya anjing aja...
Nah pertanyaan di benak gue semakin menghebat manakala film mulai bergulir...
Dimulai dengan gue mendadak bingung,,,kenapa settingnya musti di China?
Kenapa anak kecil umur 13 tahun bisa seleluasa itu hadir di tengah negara sebesar itu?
Which is so far away from her home...America
Terus, cerita bergulir dengan kisah si Nick (diperankan Chris Evans...oke Chris Evansnya lumayan...cakep maksudnya) yang dikunjungi sama dua sniffers yang berhasil mengetahui keberadaannya setelah hilang selama sepuluh tahun dari sebuah sikat gigi...
Mendadak,muncul seorang gadis kecil bernama Cassie Holmes (OHHH,,,please...nggak ada nama lain??? CATSIE HOLMES???) yang mengaku sebagai Watcher dan membujuk Nick (DENGAN MUDAHNYA...tanpa dasar yang kuat) untuk menemukan sebuah tas yang entah ada dimana, yang pasti ada di China,,,berisi sesuatu yang bisa meruntuhkan DIVISION...
Lupa...belum gue jelasin,,,DIVISION adalah lembaga yang didirikan bersama oleh beberapa negara yang berkepentingan di dunia (Amerika tentu saja termasuk loh...) untuk membasmi para manusia mutan,,,
Keberadaan tas itu ternyata juga diketahui sama salah satu keluarga yang seluruh anggotanya punya kekuatan mutan...Bleeders sama Watchers...
Oke cerita berjalan dengan intrik saling mengejar dan menemukan...
Lemah,,,lemah,,,lemah...
Kelemahan muncul di keseluruhan cerita...
Waktu salah satu agen DIVISION ketemu sama Cassie...kenap gak Cassie langsung dibunuh aja?
Secara dia kan mau niat ngehancurin Division???
Apa karena masa depan nggak bisa diubah seenaknya aja???
Repot amat...
Satu lagi ketidakmasukakalan di film ini...
Dua...
Kenapa juga si "Gadis Bermasalah" bernama Kira (ya ampunnn lagi,,,yang bikin film ini terlalu ngefans sama Death Note kali yaaa??? males deee),,,bisa nangkring di China...
Berkutat di negara itu tanpa asal yang jelas...
Akhir cerita ini???
Nggak bisa ditebak tentu saja...karena begitu dangkalnya...
Segitu mudahnyakah meruntuhkan kecerdasan agen rahasia yang udah belasan or bahkan puluhan tahun terlatih???
Mereka tertipu dengan mudahnya?
Terbunuh dengan gampangnya...
Dude...ini lembaga rahasia berbasis kekuatan antar negara besar dunia...Nggak masuk akal banget kalo segitu gampangnya???
Plus dua agen buat ngejar "benda" yang katanya bisa ngehancurin DIVISION???
Terlalu maksa...
Aih,,,film ini penuh kelemahan...penuk kemaksaan...
Bergaya ala "Heroes" and "Jumper"
jangankan mendekati...mepet juga nggakkk...
Parah!!!
Film terparah yang gue tonton tahun ini...
Lebih buruk dari The Passengers and Righteous Kill...
Yang bagus dari film ini cuma gaya rambutnya Dakota Fanning yang 'sok asik', tampang kerennya Chris Evans sama pengambilan gambar yang mengingatkan gue banget sama "Man of Fire"nya Dakota and Denzel...
Selain itu...CRAB!!!
Dari skala 0-10...dengan penuh kelapangan dada, film ini gue kasih nilai 3,5
3,0 buat gambarnya yang menarik dan oke, dan 0,5 dishare buat Dakota and Chris yang masih keliatan OK...
Tapi buat Chris, kalo mau ngalahin pamor Hayden Christensen di Jumper or Shia La Beouf di Transformer,,,owh,,,nanti dulu mas...masih JAUHHH...jauh sekali,,,
Buat yang masih kepingin nonton...
Maaf, Sorry to say,,,siap-siap kecewa
April 10, 2009
Eminem...he is still alive anyway...
download link --->>> right click link above
Single barunya Em the Slim Shady...
Ehem...bukan Em namanya kalo nggak ada yang 'kena' di tiap lagunya...
kalo dulu sempet Britney, Christina, Elvis Presley kena...
Sekarang giliran artis 'n celeb masa kini yang kena,,,
Macem Amy Winehouse, Lindsay Lohan dan 'mantannya' terus ada juga Jessica Alba sama Jessica Simpson...
Worth to listen...
Angus, Thongs and perfect Snogging
Akhirnya ada satu film lagi yang bisa merefresh otak gue...
Lucu, tapi nggak slapstick dan membumi...
Dari judulnya awalnya agak meragukan...yang bikin gue akhirnya tertarik nonton film ini karena ada caption "From The Director Of Bend It Like Beckham and Bride And Prejudice."
Dari judulnya ; Angus...itu nama kucing ternyata...Thongs (awalnya gue heran...apa hubungannya Thong sama film ini...tapi,,,hehehe harus dilihat sendiri) ... and perfect SNOGGING...ahahaha... ; bikin bingung...sebenernya cerita film ini mau gimana...
Film ini nyeritain tentang anak remaja tanggung yang sebentar lagi mau ngerayain ulang tahunnya yang ke 15.
Namanya Georgia...yang punya tiga sahabat cewe...
Umumnya remaja cewek yang lagi berkembang, Georgia lebih melihat disability yang ada di dirinya dibanding abilty yang dia punya.
Georgia lebih memilih rambutnya blonde dibanding rambut coklat yang dia punya, dia lebih memilih hidungnya sedikit lebih 'ramping' dan mancung...bukannya besar seperti yang dia punya sekarang...
Karena dia merasa bahwa apa yang ada di dirinya sekarang ini menghambat dia buat punya pacar,,,
Hmmm...so teen
Georgia juga sangat terganggu dengan kenyataan bahwa orang tuanya sangat romantis...
Terganggu dengan kenyataan bahwa dia punya adik umur tiga tahun yang bener-benr menjengkelkan dia...
Terganggu dengan kenyataan hidup ketika Georgia dan seorang sahabatnya, Jas, naksir sama saudara kembar Robbie dan Tom...
Ternyata jalan Jas buat lebih dekat sama Tom lebih lancar dibanding georgie yang harus berliku-liku sampai datang ke pakar "snogging" Peter Dyer...dan pura-pura kencan sama Dave 'the Laugh'
Secara keseluruhan film ini menarik...
Sampai di titik dimana film ini menjadi sangat Hollywood, sesuatu yang memang bisa diduga, ditunggu dan menjadikan film ini kehilangan nyawanya,,,agak beda sama Juno-nya Ellen Page atau the Break Up-nya Jen Aniston
Tapi ada nilai moral menarik yang bisa dipelajari dari film ini...
Misalnya...sometomes orang tua nggak selalu bisa ngasih solusi yang tepat buat kita, terutama kalo misalnya mereka berusaha ngasih solusi yang udah nggak sejaman sama dunia remaja...ngasih solusi setengah-setengah tanpa arahan...
Alhasil, masalah bukannya selesai, tapi malah semakin berantakan...
Kaya waktu mamanya Georgia ngasi buku lika-liku masalah cowo, dan isi buku itu diapllikasikan 100% sama Georgia...hasilnya,,,Robbie malah marah dan kabur...
Menarik...
orang tua bisa belajar dari film ini,,,
Gimana bekerjanya otak iseng anak-anak remaja cewe, dan gimana sebenarnya mereka cuma mau dianggap exist dan dilihat sebagai dirinya...
April 09, 2009
Data Fakta MotoGP 2009

Profil di atas menjanjikan harapan akan lahirnya balapan-balapan yang ketat setelah di dua tahun terakhir ini, balapan demi balapan berlangsung kurang kompetitif.
Indikasinya, tidak ada seorang pun pembalap yang merebut kemenangan dengan menyalip lawan di lap terakhir semenjak Toni Elias memenangi GP Portugal di Estoril tahun 2006. Di dua tahun pertama terjunnya motor 800 cc ini, marjin antara pembalap pertama dengan pembalap kedua adalah 5,748 detik (2007) dan 5,428 detik (2008).Tahun lalu, selisih terdekat seorang pemenang dengan runner-upnya adalah 1,817 detik yang dicatat Jorge Lorenzo ketika bertahta di GP Portugal. Sedangkan jarak terjauh dicatat Valentino Rossi di GP Ceko dengan 15,004 detik.
Satu-satunya pembalap yang belum pernah menjadi juara balapan kelas Kejuaraan Dunia adalah Niccolo Canepa. Meski begitu, rookie yang memperkuat Pramac Ducati itu pernah jadi juara kejuaraan FIM Superstock 1000 tahun 2007.
Canepa juga menjadi pembalap termuda di grid MotoGP tahun ini. Satu bulan setelah ia melakoni debut di GP Qatar, 12 April mendatang, pemuda Italia itu baru akan merayakan hari jadinya yang ke-21.
Sedangkan gelar pembalap tertua akan dipegang oleh Sete Gibernau. Pembalap Spanyol itu sudah berusia 36 tahun, lebih tua 15 pekan daripada Loris Capirossi yang justru dinobatkan sebagai pembalap paling berpengalaman.
Secara umum, profil para pembalap MotoGP relatif menua. Dari angka 26 tahun 19 minggu tahun lalu, usia rata-rata pembalap MotoGP tahun ini naik sedikit ke angka 27 tahun 32 pekan.
TPS Rajawali
Ada yang bilang kalo milihnya tadi sambil merem...
Ada yang bilang,,,tadi yang gue pilih yang gue kenal...
Ada juga malah yang bilang kalo dia milih karena suka aja sama warna partainya...

Tadi gue malah nulis puisi di kertas suara DPD...
Asli,,,
Gue bahkan nggak tahu ada kertas suara itu,,,
Dan gue bahkan gak tahu juga DPD itu apa fungsinya nanti...
Tiada sosialisasinya atau emang guenya yang payah ya?
Tapi emang bener-bener dehhh
Banyak kok yang bingung...
Ibu-ibu di sebelah gue malah bilang...
"Kertasnya banyak yaaa...itu buat apa aja ya???"

Di mata gue, PEMILU 2009 ini sama sekali nggak berhasil...alih-alih gue bilang g agal.
Gimana nggak...sampai hari H PEMILU, banyak banget orang yang masih nggak paham juga gimana tata cara PEMILU...
apa saja yang dipilih...
Semua Caleg dan Partai sibuk mengempanyekan dirinya agar masuk ke pemerintahan dengan mengumbar semua janji manis semanis empedu...
Tapi orang-orang ngak paham sama sekali...sebenernya mereka itu siapa yang mau ngapain???
Gue aja nggak paham...
Gue milih karena rasa cinta aja sama negara...
Berharap ada orang yang bener-bener serius buat ngurusin negara ini...
Karena gue sedang berusaha memperbaiki dari hal yang kecil di lingkup ayng kecil pula...
Moga-moga pemimpin-pemimpin yang sekarang sedang menunggu hasil perhitungan suara memang benar-benar bisa menjadi seorang pemimpin
April 08, 2009
25
25 years old
Ga nyangka gue bisa ngerasain juga kecemasan berakhir di usia 24...
Sebenernya apa sih yang perlu dicemaskan?
Nggak ada lo seharusnya
Kan sama aja dengan 23 ke 24...
Rasanya baru kemarin deh...
Gue sakit menahan batuk dan dingin di ruang UKS,,,dan kangen ngedenger suara dia...itu sih sebenernya yang bikin sakittt lebih sakit lagiii
Nggak kerasa sebentar lagi...
Dan apa sih hal-hal besar yang udah gue bikin selama 1 tahun ini???
Masih suka bertanya-tanya...
Dan apa yang udah gue selesaikan buat diri gue sendiri...
Urusan yang lama masih tetap exist,,,semakin mengakar malah...
Urusan yang baru...nggak bisa bikin perhatian gue teralih dari yang lalu...
Nggak bisa berdalih dari istilah dikejar umur...
Berapa pun bayaknya orang yang berpendapat dan kasih argumen yang jelas dan masuk akal, tetep aja sulit buat gue...
Being Happy and Single...
It's not an option,,,
It is a reality...
But can we be happy still when you are choosing to be single in life?
For the first time in my life, I finally confessed to one of my friend,.,.,
That the feeling of wanting someone to be loved cannot be converted into another feeling of loving and wanting someone else...your parents, students or friends maybe...
I am the kind of person that believe it cannot be done perfectly...
It's just different...
And again I have to confessed...
The depression is not about the person...(well in my case...it was about him always...)
But it is about the opportunity and the feeling of taking care and loving someone...
I don't want to choose that path...
It's not like I wanted to live on my self forever...
But when it came to the correct person...
I hit another wall that barrier my warm comfortable home and outer space.
It really not easy,,,facing the reality...
Being down to earth and accomplishing the conditions (from people around me)
I cannot doing that simultaneously...
It's cannot be integrated...
And I believe,,,that this journey is just the start...
I believe that the real fact is facing me way far in front of me...
That is the main thing that worried me...
Facing the fact when I feel that it will be the great time to settle...
GOD,,,please help me through this all...
I have to prove to my very own self, that I can do it...

.jpg)